HAKEKAT FILSAFAT ADMINISTRASI
DALAM
KAITANNYA DENGAN TEORI X, Y dan Z
Sebelum
menjelaskan tentang korelasi filsafat dan administrasi, saya akan mencoba
memberikan sedikit pengertian tentang filsafat dan administrasi.
Seperti
yang telah kita kita ketahui, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri
dari kata Philos dan Sophia. Philos berarti gemar, senang
atau cinta. Sophia dapat diartikan
kebijaksanaan atau kearifan. Jadi, dapat dikatakan filsafat berarti cinta
kepada kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat
sesuatu. Dengan demikian kita mengetahui bahwa kita sebagai calon leader dan kita jga
akan agent of change sehingga kita perlu memahami apa itu filsafat.
Dalam administrasi
dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses kerja sama
antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.Ilmu administrasi
negara, atau disebut ilmu administrasi publik adalah ilmu yang mempelajari
seluruh aspek-aspek yang berjalan dalam setiap kegiatan birokrasi di negara
ini.
Hubungannya
dengan ilmu filsafat adalah karena dalam menjalankan kegiatan negara,
diperlukan nilai-nilai pengambilan keputusan publik yang realistis (filsafat).
Manusia
merupakan makhluk yang tidak pernah puas untuk memenuhi kebutuhannya. Sebagai
makhluk sosial, ia juga tidak dapat hidup tanpa orang lain atau dengan kata
lain, ia senantiasa membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya
yang tak terbatas itu. Seperti diketahui, bahwa jumlah barang pemuas kebutuhan
tidaklah sebanding dengan apa yang diinginkan. Untuk itu, dibutuhkan suatu ilmu
yang mampu mengatur bagaimana agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi tanpa
menimbulkan permasalahan antara satu dengan yang lainnya.
Filsafat
administrasi adalah berpikir secara matang dan mendalam terhadap hakikat dan
makna yang terkandung dalam materi ilmu administrasi. Ontologi administrasi
merupakan ilmu pengetahuan yang sifat jangkauannya sangat universal dan menyeluruh
dari struktur kehidupan manusia. Epistemologi merupakan bagian dari filsafat
ilmu yang mempelajari dan menetapkan kodrat atau skop suatu jenis ilmu
pengetahuan serta dasar pembentukannya. Aksiologi ilmu administrasi merupakan
salah satu bagian dari filsafat ilmu, maka tidak heran begitu banyak pertanyaan
yang dapat dimunculkan karena memang filsafat mencari hakikat kandungan makna
yang mendalam. Secara fenomenologis, komunitas dengan organisasi sangat sulit
dibedakan.Hal semacam inilah merupakan keajaiban ilmu pengetahuan, dimana
pandangan ilmuwan administrasi lebih populer dengan menggunakan istilah
organisasi, sedangkan bagi ilmuwan sosiologi lebih populer dengan menggunakan
istilah komunitas masyarakat.
Berfilsafat
merupakan rangkaian kegiatan atau aktivitas dengan menggunakan pemikiran dan
perasaan manusia. Pemikiran dan pemahaman ini senantiasa bersifat memantul
kepada diri sendiri untuk memahami pekerjaan, pikiran, dan perasaan tersebut.
Perasaan manusia selalu diarahkan untuk memilah fenomena yang dialami
oleh manusia sehingga dapat melahirkan suatu pemikiran. Berfilsafat adalah
merenungi fenomena yang dihadapi oleh manusia, kemudian melahirkan
berbagai pertanyaan tentang fenomena itu.
Dapat dipahami bahwa
korelasi antara filsafat dengan administrasi terletak pada bidang kajiannya,
yaitu sama-sama mengkaji tentang manusia dan masyarakat,sehingga apa yang saya
pelajari dipengatar filsafat administrasi ini bisa saya pahami mana yang baik
dan mana yang buruk.
Disampingan itu saya
juga harus mengetahui bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus bisa mengambil
suatu keputusan,sehingga apa yang telah kita putuskan bisa terimplementasikan.Dalam
hal ini saya harus bersandar pada teori X,Y dan Z,Mengapa demikian? Karena
saya adalah calon leader yang akan membawa suatu perubahan nanti nya bersama
masyarakat yang ada diwilayah saya.Hal ini tidak akan pernah berhenti dalam
benak saya karena saya harus memahami memang menjadi seorang figure itu haru
bagaimana.
Setelah saya mengikuti mata kuliah pengatar filsafat administrasi
ini saya harus betul-betul mengenal karakter diri saya sendiri karena saya
harus mengenal mana yang baik dan mana yang buruk.Dari sini saya akan
tahu,paham mengaplikasikan gaya kepemimpian dengan bersandar pada teori
X,Y dan Z.
Untuk mengetahui tipe gaya kepemimpinan seseorang itu kita harus
tahu dan paham terlebih dahulu mengenai sifat-sifat yang dimiliki seseorang
tersebut sehingga kita bisa menilai dia itu apakah bersifat baik atau buruk.