Selasa, 04 November 2014

filsafat administrasi

Menurut analisi saya terhadap hakekat filsafat administrasi negara

Pada dasarnya hakekat administrasi mengarahkan kegiatan kita secara terus menerus menuju ketercapainya tujuan dan pengendalian sumber daya beserta gerak gerik pemanfaatanya sesuai dengan peraturan-peraturan dan rencana-rencana kita .Sedangkan filsafat administrasi adalah proses berpikir secara metode , berstruktur dan mendalam terhadap hakikat dan makna yang terkandung dalam materi ilmu administrasi . Sehingga ilmu administrasi bisa diartikan sebegai  hasil pemikiran dan penalaran manusia yang disusun berdasarkan dengan rasional dan sistematika yang mengungkapkan kejelasan tentang objek formal , yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang dilakoni oleh manusia dan objek material , yaitu manusia yang melakukan aktifitas admistrasi dalam bentuk kerjasama menuju terwujudnya tujuan tertentu. Maka dari itu defenisi menurut pendapat Henny.P.Knowles dan Borje O Saxberg bahwa dalam kehidupan ini terdapat orang yang bersifat baik dan orang yang bersifat buruk . Tetapi dalam kenyatannya sebenarnya tidak ada orang yang baik mutlak begitu pula tidak ada orang yang buruk mutlak dengan kata lain tidak ada orang yang memiliki sifat ekstrim. Pada umumnya orang akan memiliki sifat keduanya ,kalau saya hubungkan dengan kompotensi saya pada saat ini,tentunya kita memerlukan dengan adanya mata kuliah filsafat administrasi ini agar kita bisa memahami perencanaan dari seorang pemimpin,apakah dia bisa kita nilai bahwa dia itu memilik filsafat yang baik atau tidak.

Jika saya hubungkan pada teori x,y,dan z
            Menurut Douglas Mcgregor  orang yang memiliki sifat buruk ditumbuhkan teori X , dan sehubungan dengan adanya orang yang memiliki sifat baik diciptakan teori Y .
Teori X :
·         Sifat pekerjaan adalah tidak disukai oleh kebanyakan orang.
·         Kebanyakan orang tidak mempunyai ambisi , mempunyai sedikit keinginan akan bertanggung jawab , dan suka diarahkan .
·         Kebanyak orang mempunyai sedikit kemampuan untuk kreatifitas dalam memecahkan masalah – masalah organisasi .
·         Motivasi hanya terjadi pada tingkat filosofis dan keamanan.
·         Kebanyakan orang harus dikendalikan secara ketat dan sering dipaksa untuk mencapai tujuan- tujuan organisasi.
Teori Y :
·         Pekerjaan biasanya adalah sebagai permainan apabila kondisi-kondisi menguntungkan .
·         Pengendalian diri sering sangat diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi .
·         Kemampuan untuk kreatifitas dalam memecahkan masalah –masalah organisasi dibagikan secara luas kepada banyak orang .
·         Motivasi terjadi pada tingkat social penghargaan dan aktualisasi diri , maupun pada tingkat filosofis.
·         Orang –orang dapat mengarahkan diri dan kreaktif pada pekerjaan apabila dimotifasi secukupnya .
Teori Z dipopulerkan oleh Lyndall .F. Urwick bahwa apabila semua dalam kondisi kerja yang baik , maka pengarahan yang dilakukan sebaiknya mengambil segi baik dari teori X dan teori Y .
Pada dasarnya  seorang pemimpin harus mengunakan cara halus , agar bisa  mengontrol ,memerintah dengan sikap permintaan . Saran lebih bersifat menanyakan dari pada menegur ,ada juga waktunya seorang pemimpin harus bersikap tegas melakukan control secara ketat dan memberi perintah tegas menyalahkan dan bahkan menghukum dengan kesalahan yang dibuat oleh bawahannya . Baik secara halus maupun tegas keduanya dilandasi suatu harapan bahwa tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik.

Teori faporit saya adalah teori kepemimpinan
Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut ( bawahan) yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan  tujuan bersama (joseph C. Rost ,1993).
Sehingga kita bisa menarik benang merahnya bahwa seorang pemimpin itu harus mampu membuahi hasil untuk sebuah organisai baik bersifat internal maupun eksternal,agar dapat menciptakan sebuah perubahan yang signifikan dalam organisai.jika dihubungkan pada filsafat administrai tentunya seorang pemimpin harus berfilsafat agar apa yang dituju dapat tercapai dengan baik,sehingga bisa mencontohinya kebawah.seorang pemimpin juga bisa mengambil suatu keputusan agar administrasi nya tertata dengan baik agar tidak ada yang bersifat arogansi terhadap keputusan-keputusan yang sudah diputuskan bersama.

Bisa ditarik kesimpulan bahwa seoarang pemimpin harus bisa saling mempengaruhi satu sama lain,agar mendapatkan tujuan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar