Menurut analisi saya terhadap
hakekat filsafat administrasi negara
Pada
dasarnya hakekat administrasi mengarahkan kegiatan kita secara terus menerus
menuju ketercapainya tujuan dan pengendalian sumber daya beserta gerak gerik
pemanfaatanya sesuai dengan peraturan-peraturan dan rencana-rencana kita .Sedangkan
filsafat administrasi adalah proses berpikir secara metode , berstruktur dan
mendalam terhadap hakikat dan makna yang terkandung dalam materi ilmu
administrasi . Sehingga ilmu administrasi bisa diartikan sebegai hasil pemikiran dan penalaran manusia yang
disusun berdasarkan dengan rasional dan sistematika yang mengungkapkan
kejelasan tentang objek formal , yaitu pemikiran untuk menciptakan suatu
keteraturan dari berbagai aksi dan reaksi yang dilakoni oleh manusia dan objek
material , yaitu manusia yang melakukan aktifitas admistrasi dalam bentuk
kerjasama menuju terwujudnya tujuan tertentu. Maka dari itu defenisi menurut
pendapat Henny.P.Knowles dan Borje O
Saxberg bahwa dalam kehidupan ini terdapat orang yang bersifat baik dan
orang yang bersifat buruk . Tetapi dalam kenyatannya sebenarnya tidak ada orang
yang baik mutlak begitu pula tidak ada orang yang buruk mutlak dengan kata lain
tidak ada orang yang memiliki sifat ekstrim. Pada umumnya orang akan memiliki
sifat keduanya ,kalau saya hubungkan dengan kompotensi saya pada saat
ini,tentunya kita memerlukan dengan adanya mata kuliah filsafat administrasi
ini agar kita bisa memahami perencanaan dari seorang pemimpin,apakah dia bisa
kita nilai bahwa dia itu memilik filsafat yang baik atau tidak.
Jika saya hubungkan pada teori
x,y,dan z
Menurut Douglas Mcgregor orang yang
memiliki sifat buruk ditumbuhkan teori X , dan sehubungan dengan adanya orang
yang memiliki sifat baik diciptakan teori Y .
Teori
X :
·
Sifat pekerjaan adalah tidak disukai
oleh kebanyakan orang.
·
Kebanyakan orang tidak mempunyai ambisi
, mempunyai sedikit keinginan akan bertanggung jawab , dan suka diarahkan .
·
Kebanyak orang mempunyai sedikit
kemampuan untuk kreatifitas dalam memecahkan masalah – masalah organisasi .
·
Motivasi hanya terjadi pada tingkat
filosofis dan keamanan.
·
Kebanyakan orang harus dikendalikan
secara ketat dan sering dipaksa untuk mencapai tujuan- tujuan organisasi.
Teori Y :
·
Pekerjaan biasanya adalah sebagai
permainan apabila kondisi-kondisi menguntungkan .
·
Pengendalian diri sering sangat
diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi .
·
Kemampuan untuk kreatifitas dalam
memecahkan masalah –masalah organisasi dibagikan secara luas kepada banyak
orang .
·
Motivasi terjadi pada tingkat social
penghargaan dan aktualisasi diri , maupun pada tingkat filosofis.
·
Orang –orang dapat mengarahkan diri dan
kreaktif pada pekerjaan apabila dimotifasi secukupnya .
Teori Z dipopulerkan oleh Lyndall .F. Urwick bahwa apabila semua dalam kondisi kerja yang
baik , maka pengarahan yang dilakukan sebaiknya mengambil segi baik dari teori
X dan teori Y .
Pada dasarnya seorang pemimpin harus mengunakan cara halus ,
agar bisa mengontrol ,memerintah dengan
sikap permintaan . Saran lebih bersifat menanyakan dari pada menegur ,ada juga
waktunya seorang pemimpin harus bersikap tegas melakukan control secara ketat
dan memberi perintah tegas menyalahkan dan bahkan menghukum dengan kesalahan
yang dibuat oleh bawahannya . Baik secara halus maupun tegas keduanya dilandasi
suatu harapan bahwa tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik.
Teori
faporit saya adalah teori kepemimpinan
Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling
mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut ( bawahan) yang menginginkan perubahan
nyata yang mencerminkan tujuan bersama (joseph C. Rost ,1993).
Sehingga kita bisa menarik benang merahnya bahwa
seorang pemimpin itu harus mampu membuahi hasil untuk sebuah organisai baik
bersifat internal maupun eksternal,agar dapat menciptakan sebuah perubahan yang
signifikan dalam organisai.jika dihubungkan pada filsafat administrai tentunya
seorang pemimpin harus berfilsafat agar apa yang dituju dapat tercapai dengan
baik,sehingga bisa mencontohinya kebawah.seorang pemimpin juga bisa mengambil
suatu keputusan agar administrasi nya tertata dengan baik agar tidak ada yang
bersifat arogansi terhadap keputusan-keputusan yang sudah diputuskan bersama.
Bisa ditarik kesimpulan bahwa seoarang pemimpin
harus bisa saling mempengaruhi satu sama lain,agar mendapatkan tujuan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar